Bogor,
23/09/19 (Polbangtan), lebih dari dua ratus mahasiswa Politeknik Pembangunan
Pertanian (Polbangtan) Bogor turun ke jalan untuk melancarkan aksi solidaritas
peduli korban Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Jambi, Kalimantan dan
Riau. Mahasiswa telah tampak siap untuk turun ke jalan pasca dilaksanakan apel
pengecekan pagi pada hari Sabtu, 21 September 2019.
Penyebaran
penggalangan dana dilakukan di beberapa titik di wilayah Bogor Barat,
diantaranya yaitu area bagian depan kampus Polbangtan Bogor Kampus Cibalagung,
Jalan Empang, area dekat Lippo Plaza Bogor, Jalan Gunung batu, Pasir Kuda,
Stasiun Bogor, Terminal Baranangsiang dan Air Mancur.
Kegiatan
penggalangan dana ini merupakan program rutin dari Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, khususnya dari
Departemen Sosial BEM.
Armelia
Rezkita (20) selaku koordinator dari
Departemen Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengungkapkan aksi ini
diputuskan untuk ditindak lanjuti mengingat banyak pemberitaan di media sosial
yang menyebutkan bahwa situasi sekarang korban asap Karhutla kekurangan
ketersediaan masker dan obat-obatan bagi warga yang terkena dampak kebakaran
hutan dan lahan. Begitu juga dengan warga yang sudah terkena Infeksi Saluran
Pernafasan (ISPA) dengan biaya yang tidak mencukupi. “Sebagai manusia jiwa
sosial kita tergerak, jika mengandalkan dinas kesehatan setempat tidak akan
cukup, membayangkan bagaimana hidup mereka sehari-hari di tengan musibah ini,
kami memutuskan untuk bergerak.”, tuturnya pada Sabtu malam yang ditemui
selepas berakhirnya aksi penggalangan dana.
Aksi
ini sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi antara organisasi internal
kampus dan pihak akademik. “Untuk perizinan awal kami berkoordinasi terlebih
dahulu dengan Pembina BEM, kemudian pembina meminta koordinasi dengan Wakil
Direktur III, setelah Wadir III memeberikan respon yang baik, kami pun dapat
mulai bergerak untuk menindaklanjuti aksi ini.”, jelas Armel.
Padatnya
kegiatan mahasiswa di awal semester ini, baik itu kegiatan akademik maupun non
akademik, tidak dijadikan sebagai hambatan dalam melancarkan aksi ini.
Mahasiswa mengoptimalkan waktu dan tenaganya untuk dapat diberdayakan dalam membantu
korban asap Karhutla di Jambi, Kalimantan dan Riau.
Meskipun
dengan terbatasnya jumlah sumber daya manusia, karena tuntutan untuk dapat
menyelesaikan kegiatan dan program lain, mahasiswa tetap mengupayakan yang
terbaik dengan memaksimalkan peran mahasiswa yang bersedia dan mengorganisirnya
secara bergantian. “Pada hari ini terdapat kongres mahasiswa terkait organisasi
dan mata kuliah yang tidak bisa ditinggalkan oleh beberapa kelas, namun sebisa
mungkin kami optimalkan semua peran mahasiswa dengan mengatur aksi mahasiswa
secara bergantian bagi yang sudah selesai dengan kegiatannya masing-masing.”,
tutur Aqidatul Wafiqoh (21) salah satu mahasiswa yang turun ke jalan.
Dana
yang berhasil terkumpul yaitu sejumlah Rp. 19.378.200,00 (Sembilan belas juta
tiga ratus tujuh puluh delapan ribu dua ratus), perolehan ini terpaut jauh
berbeda dari penggalangan dana terakhir yang dilakukan sebelumnya, yaitu pada penggalangan
dana untuk bencana Palu dan Donggala. Penggalangan dana kali ini hanya mencakup
20% dari perolehan penggalangan dana Palu dan Donggala pada beberapa waktu
lalu.
Meskipun
demikian Armelia selaku koordinator Departemen Sosial BEM berharap segala sesuatu
yang dialami oleh korban dan kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk
hidup dengan sehat dan normal dapat segera teratasi dan pulih kembali. “Saya
merinding melihat kondisi terakhir di Pekanbaru dimana asapnya sudah seperti
kabut dan berwarna merah, bayi yang memakai tabung oksigen, saya merasa sangat
prihatin untuk mereka, semoga dengan sedikit bantuan kita dapat membantu mereka
untuk bernafas lega kembali, untuk membantu biaya pengobatan. Terimakasih
kepada warga Bogor Barat yang telah menyisihkan hartanya kepada saudara-saudara
kita melalui kepedulian kami, dan terimakasih juga kepada mahasiswa Polbangtan
Bogor yang telah menyempatkan waktunya dan mengerahkan tenaganya untuk penggalangan
dana ini.”, tuturnya (Swu).